Menyiapkan Pilgub Malut 2018 dan Pemilu 2019

Print Friendly Version of this pagePrint |Get a PDF version of this webpagePDF

Ternate, 2 Mei 2017

articles

 TERNATE, KPU MALUT ---Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak tahun 2018, Pemilu Legislatif (pileg) dan Pemilu Presiden (pilpres) tahun 2019 kian dekat. Pihak penyelenggara giat melakukan berbagai persiapan untuk mendongrak kinerja secara kelembagaan dan wawasan seluruh jajarandi Provinsi Maluku Utara.

Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara mengumpulkan seluruh ketua dan sekretaris KPU Kabupaten/Kota untuk rapat koordinasi (rakor) terkait pemilihan Gubernur Maluku Utara (pilgubmu) dan pileg serta pilpres mendatang.

Rakor dilaksanakan selama tiga hari mulai Rabu (26/4) bertempat di Hotel Safirna Jl. Anggrek Nomor 9, Lingkungan Dacomib, Ternate.

Rakor dibuka langsung oleh Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo. Dalam sambutannya, Syahrani menjelaskan, selain penguasaan pengetahuan peraturan perundang-undangan, KPU secara kelembagaan harus kuat. “Semua anggota, sekretaris dan staf harus menjaga soliditas agar pelaksanaan pemilihan/pemilu berjalan sesuai tahapan yang ada. Jangan sampai ada yang jalan sendiri-sendiri. Itu akan menjadi bibit pelanggaran hukum maupun etik,” papar Syahrani mengingatkan.

Hadir dalam pembukaan dan pemaparan materi peraturan perundang-undangan, komisioner KPU Malut Kasman Tan dan Pudja Sutamat. Rakor tersebut juga diisi pemaparan materi terkait penganggaran dan pelaporannya oleh sekretaris KPU Malut H. Manaf Surabaya.

Pada rakor hari kedua, Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo, memberikan pemaparan rancangan tahapan pemilihan gubernur tahun 2018 dan pemilu 2019. Dalam rancangan peraturan KPU tentang tahapan, diperkirkan pada bulan Oktober 2017 KPU mulai melakukan pembentukan penyelenggara ad hoc tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

Pada Juni 2017 KPU Maluku Utara sebagai penyelenggara pemilihan sudah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pemilihan gubernur sudah mulai bergulir. Sosialisasi pemilihan gubernur direncanakan akan dilaksanakan dengan cara berbeda dengan pemilihan gubernur sebelumnya. Kreasi dan inovasi dalam sosialisasi dimaksudkan agar semua lapisan masyarakat mengetahui adanya pemilihan gubernur Maluku Utara. Sehingga diharapkan partisipasi masayarakat bisa meningkat di atas target nasional, yakni 77%.

Pada kesempatan rakor tersebut, KPU Malut memberikan tanda penghargaan atas raihan partisipasi tertinggi dalam pemilihan kepala daerah gelombang pertama 2015 dan gelombang kedua 2017. Partisipasi pemilih tertinggi peringkat pertama diberikan kepada KPU Kabupaten Halmahera Tengah, peringkat kedua KPU Kota Tidore Kepulauan dan peringkat ketiga KPU Kabupaten Pulau Morotai.

Setelah rakor ini, KPU Kabupaten/Kota diharapkan melakukan diskusi kelompok terarah dengan para pihak untuk mendapat masukan dari eksternal, sehingga akan menghasilkan pemilihan maupun pemilu yang berkualitas. (ZD/tim hupmas/kpu-malut)

 

 

 

 

 

Read 111 times

KOMISIONER DAN SEKRETARIS KPU PROVINSI MALUKU UTARA

kpu
bawaslu
MK
e-ppid